Final Euro U-21: Spanyol Kandaskan Italia
WOW! Gol-Gol Fantastis di Sesi Latihan
Tawaran Gila Untuk Cristiano Ronaldo
10 Pemain Legenda Yang Dibuatkan Patung
Julukan Unik Para Pesepakbola
Spanyol dan Brasil Giliran Tantang Indonesia
Rekrutan Terburuk Mourinho di Chelsea
Pemain Berbahaya di EPL 2012/13
DewiBola.com - Wacana PSSI tentang salary cap atau pembatasan gaji pemain untuk musim kompetisi berikutnya mendapat tanggapan positif dari ketua PSM Makassar, Sadikin Aksa. Ikin, sapaan akrab Sadikin Aksa, menilai hal itu mutlak diperlukan karena klub bisa melihat keseimbangan pemasukan dan pengeluaran tim selama satu musim kompetisi.
"Seperti yang saya bilang sebelumnya, jangan sampai pengeluaran lebih banyak dari pemasukan. Keduanya haruslah seimbang. Kita harus berkaca seperti apa pada musim ini di mana manajemen sampai harus mencicil gaji pemain," ujarnya.
Ikin menambahkan manajemen klub di Indonesia saat ini masih dalam tahap belajar menjadi profesional. Selain itu, gaji pemain bola di Indonesia terbilang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya pengeluaran keuangan peserta kompetisi setiap bulannya.
Wacana tersebut muncul saat Ketua Umum PSSI Djohar Arifin berkunjung ke Makassar beberapa waktu lalu. Aturan ini bertujuan agar klub bisa melakukan penghematan anggaran.
Di dalam aturan itu terdapat poin yang menyatakan gaji pemain asing maksimal Rp 900 juta dan pemain lokal maksimal Rp 500 juta semusim. Sedangkan pemain divisi utama maksimal Rp 350 juta semusim.
Namun wacana tersebut ditentang kapten PSM Makassar, Andi Oddang yang nilai kontraknya terbilang tinggi. "Kalau nilai kita sudah segitu, masa turun lagi. Kan kita memasuki era profesional. Kalau dibatasi seperti itu, adanya nanti pemain jadi ogah-ogahan bermain," ujarnya. (bln/sug)